Mengapa Pola Makan Harus Teratur?

Coba sebutkan berapa kali Anda sebaiknya makan dalam sehari? Anda pasti sudah hapal di luar kepala: sarapan, makan siang, dan makan malam. Kami juga menyarankan Anda untuk menyisipkan cemilan sehat di siang dan sore hari, sehingga waktu makan menjadi lima kali. Namun, tak hanya jumlah yang harus tepat, namun frekuensinya pun harus teratur. Simak alasannya di artikel berikut ini.

 

Jangan sepelekan sarapan

Dari ketiga waktu makan, sarapan adalah waktu makan yang paling sering diabaikan. Padahal, melewatkan sarapan tak hanya mengancam sixpack, tetapi juga kesehatan Anda. Penelitian di Australia dan Taiwan menemukan, orang-orang yang melewatkan sarapan cenderung bertubuh lebih gemuk dan memiliki kadar kolesterol darah yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang rutin sarapan1,2.

 

Mengapa sarapan penting? Secara alami, manusia adalah makhluk diurnal, yakni beraktivitas di siang hari. Karena itu, sarapan sebagai asupan energi pertama di hari itu, sangat penting untuk mengatur fungsi tubuh. Hal ini dibuktikan dengan lebih terkontrolnya nafsu makan kebanyakan orang bila mereka sarapan pagi (dibandingkan dengan tidak sarapan pagi)3. Selain itu, menggeser waktu makan menjadi malam hari membuat Anda berisiko terkena diabetes, karena respon gula darah tubuh lebih tidak sensitif di malam hari (dibandingkan saat siang hari4).

 

Jangan sepelekan waktu makan

Tak hanya melewatkan makan, waktu makan yang tidak teratur bisa berakibat buruk bagi kesehatan. Penelitian dari Nottingham, Inggris, menemukan bahwa mereka yang makan tidak teratur memiliki profil insulin yang kurang baik, sehingga mungkin berisiko terkena diabetes dalam jangka panjang. Tak hanya itu, mereka juga memiliki kadar kolesterol darah yang lebih tinggi5. Pola makan yang tidak teratur akan mengacaukan jam biologis tubuh, sehingga risiko terkena penyakit jantung atau diabetes pun semakin tinggi.

 

Tubuh sehat atau tubuh kurus? Tentunya Anda tahu jawabannya. Dengan pola makan sehat dan teratur, Anda bisa kok mendapat tubuh yang sehat sekaligus atletis ideal. Trust me, it works.

 

 

 

Ref:

1 Skipping breakfast: longitudinal associations with cardiometabolic risk factors in the Childhood Determinants of Adult Health Study. Am J Clin Nutr 92:1316–25, 2010.

2 Associations of breakfast skipping with obesity and health-related quality of life: evidence from a national survey in Taiwan. International Journal of Obesity 34: 720–725, 2010.

3 Breakfast Frequency and Quality in the Etiology of Adult Obesity and Chronic Diseases. Nutrition Reviews 65(6): 268-281, 2008.

4 Chronobiological aspects of nutrition, metabolic syndrome and obesity. Advanced Drug Delivery Reviews 62: 967–978, 2010.

5 Regular meal frequency creates more appropriate insulin sensitivity and lipid profiles compared with irregular meal frequency in healthy lean women. European Journal of Clinical Nutrition 58: 1071–1077, 2004.

Share Article:

Copyright © 2018 Nutrimart. All rights reserved.