Penuhi Kebutuhan Vitamin D Tanpa Matahari? Memangnya Bisa?

Vitamin D adalah jenis vitamin yang penting untuk dicukupi kebutuhan per harinya. Berdasarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, per harinya kita butuh sekitar 15mcg atau setara dengan 600 IU vitamin D. Salah satu cara mendapatkan vitamin D adalah dengan cara berjemur.

 

Walaupun orang sering bilang “mendapatkan” vitamin D dari matahari, sejatinya, vitamin D bukan didapatkan secara langsung dari sinar matahari, melainkan diproduksi oleh tubuh kita sendiri. Memang dalam proses produksinya, dibutuhkan bantuan sinar matahari, lebih tepatnya UVB dari sinar matahari. Dengan bantuan UVB, pre-vitamin D akan diubah menjadi bentuk vitamin D yang lebih aktif dan fungsional, yakni calcitriol. Berdasarkan rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan kelamin Indonesia (PERDOSKI), kita dianjurkan untuk berjemur di pagi hari sekitar 5-10 menit perharinya. Lantas bagaimana kalau tidak memungkinkan bagi kita untuk berjemur? Kesibukan pekerjaan membuat kita sulit menemukan waktu untuk berjemur. Jangan khawatir, vitamin D tetap bisa diperoleh dari berbagai jenis makanan dan minuman seperti ikan, telur, jamur, dan susu.

 

Ikan. Ikan merupakan sumber protein dan juga lemak baik. Ternyata beberapa jenis hidangan laut satu ini memiliki kandungan vitamin D yang cukup tinggi. Berikut beberapa contohnya per 100 gram.

  1. Salmon : 526 IU
  2. Sarden : 214 IU
  3. Tuna : 269 IU

 

Telur. Selain merupakan sumber protein, telur juga memiliki kandungan vitamin D, yakni sekitar 37 IU vitamin D per butirmya. Vitamin D ini terdapat pada bagian kuning telur. Akan tetapi kandungan vitamin D pada kuning telur juga dapat bervariasi tergantung pakan ayam petelurnya. Bahkan fortifikasi atau penambahan vitamin D juga dilakukan para peternak ayam supaya menghasilkan telur berkualitas dengan kandungan vitamin D yang tinggi.

 

Jamur. Dalam 1 mangkuk jamur, terkandung sekitar 136 IU vitamin D. Sama halnya dengan telur, kandungan vitamin D pada jamur juga bervariasi bergantung pada lamanya jamur tersebut terkena sinar UV. Bahkan ada beberapa jamur yang memang sengaja disinari sinar UV supaya kandungan vitamin D-nya meningkat.

 

Produk fortifikasi. Selain dari alam, beberapa produk juga diberi penambahan vitamin D seperti susu hingga jus buah. Hal ini dilakukan untuk memberi nilai tambah nutrisi pada produk tersebut. Oleh karena itu penting untuk mencari produk-produk yang memberikan nutrisi terbaik untuk kita konsumsi. Salah satu cara memilihnya adalah dengan melihat kandungan gizi atau nutrition fact pada kemasan produk tersebut. Cari produk yang kaya akan vitamin mineral, tinggi protein tapi yang lebih rendah lemak, gula, dan garam.

 

Buat kamu yang mau produk minuman yang bisa mencukupi kebutuhan vitamin D harian kamu, kamu bisa pilih HiLo Platinum, Susu tinggi kalsium dan protein paling enak dan paling lengkap, dengan formula NUTRIFIT ADVANCED IMUNOPRO yang memenuhi 100% vitamin D untuk jaga daya tahan tubuh dan penuh energi sepanjang hari. Dengan dua rasa yang bisa kamu pilih yaitu swiss chocolate dan original, kamu bisa tetap produktif bebas worry kekurangan vitamin D.

 

Ref:

  1. Nutrition and Immunity. 2019. pp15-51
  2. Victoria State Government. Health and Human Services. 2018
  3. Kemenkes 2019
  4. PERDOSKI
  5. https://www.healthline.com/nutrition/9-foods-high-in-vitamin-d#7.-Vitamin-D-fortified-foods

Share Article:

Copyright © 2023 Nutrimart. All rights reserved.