Tambah Umur, Tambah Berat Badan?

Semakin bertambah usia, tubuh kita mengalami penurunan kemampuan metabolisme, menurunnya massa otot dan penurunan kecepatan pembuangan sel lemak; yang akhirnya mempermudah penumpukan lemak di dalam tubuh. Bagi sebagian orang, bertambah usia juga berdampak pada penurunan aktivitas fisik yang menyebabkan ketidakseimbangan antara asupan kalori yang masuk dengan energi yang digunakan untuk beraktivitas. Ujung-ujungnya, lemak menumpuk dalam tubuh dan meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

 

Tahukah kamu bahwa orang dewasa cenderung mengalami kenaikan berat badan sebanyak 0.5-1 kilogram setiap tahunnya?

Angka kenaikan ini terkesan kecil, namun jika terakumulasi seiring berjalannya waktu, dapat berujung pada penyakit obesitas. Bahkan sebuah penelitian menunjukkan bahwa kenaikan berat badan yang moderat (mencapai 2.5-10 kg dalam waktu 15-18 tahun) ternyata berkaitan dengan lebih tingginya insiden diabetes dan penyakit jantung. Terlebih, semakin tinggi kenaikan berat badan yang dialami, risiko penyakit kronis juga meningkat, sehingga semakin rendah kemungkinan untuk tetap sehat hingga usia lanjut.

 

Kabar baik : kenaikan berat badan ini bisa dicegah!

Kabar baiknya, kenaikan berat badan ini dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat; yaitu, rutin beraktivitas fisik atau berolahraga dan mengatur pola makan. Olahraga dapat membantu pengeluaran kalori sehingga dapat mencegah terjadinya penimbunan lemak. Salah satu olahraga yang efektif dalam mengurangi kegemukan adalah latihan aerobik seperti jogging, berenang, dan bersepeda. Olahraga perlu dilakukan minimal 150 menit per minggu. Porsi makan juga harus diatur untuk menghindari mengonsumsi kalori berlebih dan harus lebih banyak mengonsumsi pangan kaya serat; seperti, bijian utuh, sayur, dan buah-buahan.

 

Makan sehat bukan berarti tidak boleh makan enak

Nah, jika harus mengadopsi pola makan sehat, apakah artinya kita tidak boleh makan enak? Untungnya, tidak teman-teman! Pemilihan makanan menjadi kuncinya. Contohnya. jika ingin makan atau minum yang manis-manis, kita dapat mengganti penggunaan gula pasir dengan gula rendah kalori. Tropicana Slim hadir dengan Tropicana Slim Refill yang bisa kamu gunakan sebagai bahan baku pengganti gula pasir dalam membuat hidangan, atau Tropicana Slim Classic yang memberi rasa manis pada teh dan kopi untuk menemani hari kamu. Dengan cita rasa manis yang nikmat dan menyehatkan, kamu dan orang-orang yang kamu sayangi tetap dapat menikmati makanan dan minuman yang enak, tanpa khawatir akan risiko kalori berlebih; dan tentunya membantu menjaga berat badan kamu tetap ideal.

Untuk mendukung langkah sehatmu, kamu juga bisa berbelanja produk lebih sehat di Nutrimart dengan voucher diskon special 20%! Kode KONTROLGULA bisa langsung digunakan di pembelanjaanmu via Nutrimart! Berlaku untuk konsumen baru dan dapat digunakan untuk seluruh produk Tropicana Slim Sweetener.

DAFTAR PUSTAKA

 

Associations of Weight Gain From Early to Middle Adulthood With Major Health Outcomes Later in Life. 2017. JAMA.;3 18(3):255-269. doi:10.1001/jama.2017.7092.

Handajani A, Roosihermiatie B, Maryani H. 2010. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pola kematian pada penyakit degenerative di Indonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. 13(1): 42-53.

Hermawan D, Muhani N, Sari N, Arisandi S, Widodo S, Lubis MY, Kristiana T, Umdiyana L, Firdaus AA. 2020. Mengenal obesitas. Yogyakarta : Penerbit Andi.

Mappaompo MA. 2010. Obesitas dan olahraga. J ILARA. 1(2):10-16.

Preventing Weight Gain. 2020. Division of Nutrition, Physical Activity, and ObesityNational Center for Chronic Disease Prevention and Health Promotion.

Strategies To Prevent Weight Gain Among Adults. 2013. Publication No. 13-EHC029-EF: Agency for Healthcare Research and Quality.

Share Article:

Copyright © 2018 Nutrimart. All rights reserved.